Lawan Heat Stress, Cegah Mental Stress
Tahun 2017 menjadi bukti nyata global warming yang kian parah. Suhu udara siang hari terasa begitu panas. BMKG menyebut temperatur di Jakarta mencapai 34,4 oC pada Agustus 2017. Terjadi kenaikan hampir satu derajat dibanding Agustus 2016 silam. Temperatur tinggi ini patut diwaspadai karena bisa mengakibatkan berbagai masalah serius bagi tubuh.
Tubuh punya batas toleransi
National Center for Biotechnology Information menyebut tubuh manusia tidaklah imun terhadap panas. Suhu lingkungan ideal bagi
tubuh berada pada kisaran 28-30 oC. Jika terlalu panas, tubuh
manusia akan mengalami heat stress. Dalam tingkatan ringan, heat stress
hanya menyebabkan tubuh berkeringat yang berujung rasa gelisah dan tidak
nyaman. Namun pada kondisi ekstrim, heat
stress dapat mengakibatkan gangguan
fungsi organ dalam sampai kematian mendadak.
Menilik fakta di lapangan, temperatur
di Jakarta dikatakan melebihi batas atas suhu yang bisa ditolerir oleh tubuh
manusia. Suhu panas ini berdampak besar bagi kondisi fisik warganya. Warga
Jakarta mudah berkeringat dan mengalami dehidrasi. Studi yang dilakukan oleh The Indonesian Hydration Study (Thirst) menemukan
fakta mengejutkan bahwa 46% remaja dan orang dewasa mengalami dehidrasi atau
kekurangan cairan tubuh. Dehidrasi menyebabkan penderitanya mengalami
kelelahan, sakit kepala, bahkan nyeri di bagian dada. Tak hanya itu, suhu
Jakarta yang panas juga berpengaruh terhadap kondisi mental warganya. Sebuah
jurnal ilmiah mengenai kesehatan jiwa yang dilansir Universitas Gajah Mada menyebutkan
suhu panas merupakan salah satu stresor
atau faktor penyebab masalah kejiwaan. Penelitian terbaru yang dilakukan
Fakultas Psikologi Universitas Indonesia menunjukkan, persentase penderita
stres di Jakarta sangat tinggi. Sekitar 49% wanita dan 39% pria di Jakarta
menderita stres. Selain itu, terdapat pula fenomena depresi yang menyerang
kebanyakan warga Jakarta.
Stress
remedy
Kita perlu berupaya maksimal untuk
menanggulangi dampak negatif tubuh yang terpapar panas berlebih. Salah satu
caranya dengan mengkondisikan rumah dan ruang kerja kita dalam suhu ideal bagi
tubuh. Hal ini bisa dilakukan dengan alat bantu seperti Air Conditioner (AC). Dengan AC, kita bisa memanipulasi suhu
ruangan sesuai dengan temperatur ideal tubuh sehingga kita nyaman saat
beraktifitas dan lebih produktif dalam bekerja.
AC merk Daikin merupakan satu-satunya jawaban atas
kebutuhan AC kita. Berdiri semenjak tahun 1924 dengan penjualan ke lebih dari
140 negara, AC Daikin telah terbukti menjadi
“The World’s Leading Air Conditioning Manufacturer”.
Brand asal Negeri Sakura ini menggunakan teknologi termutakhir sehingga mampu
menghemat konsumsi energi listrik hingga 50%. Dengan AC hemat energi, emisi
karbon yang dihasilkan pembangkit listrik bisa ditekan sehingga global warming tidak semakin parah. Selain itu, AC Daikin juga terkenal awet dengan layanan purna jual yang paripurna. Ini penting sekali, karena AC yang rusak atau mengalami kebocoran akan melepas HFC ke atmosfir dan memperburuk global warming yang terjadi.
Penghematan
energi berdampak langsung dengan penghematan biaya. AC Daikin yang hemat energi
dapat menurunkan tagihan listrik sebesar 30%. Jika dikalkulasi, kita bisa
menghemat pengeluaran setara 3 jutaan per tahun. Dari kacamata ekonomi, ini
merupakan sebuah deal yang sangat menggiurkan.
Dengan
memilih AC Daikin, kita telah melakukan berbagai remedi sekaligus. Melawan heat stress sehingga kita lebih nyaman
dan produktif, menghemat pengeluaran bulanan, dan bahkan meminimalisir efek global warming. Kalau AC ya Daikin!










Komentar
Posting Komentar