Kita dan BPK : Kaki-kaki yang Berderap Wujudkan Mimpi Anak Bangsa
Siang
itu, aula sekolah riuh rendah oleh pertanyaan siswa tingkat akhir mengenai
SBMPTN. Awalnya, pertanyaan yang dilontarkan hanya seputar tata tertib dan passing grade universitas. Kemudian, salah
satu siswa mempermasalahkan KTP sebagai persyaratan pendaftaran. Jadilah acara
tersebut menjadi sesi curhat colongan bagi para siswa untuk menumpahkan
uneg-uneg yang selama ini mereka pendam. Mereka berkisah panjang lebar. Mulai
dari sulitnya mendapat KTP fisik sampai mimpi besar menjadikan Indonesia negara
dengan keuangan yang transparan dan akuntabel. Mereka berharap harta negara
akan terjaga dengan baik. Mereka juga berharap agar anak cucu mereka tak lagi dirisaukan
oleh hal sepele semisal KTP.
Tiba-tiba, sebut saja Suga,
murid yang paling eksis di sekolah berdiri dan berceletuk kencang.
Spontan,
murid lain mengiyakan dan memberikan standing
ovation. Beberapa guru bahkan mengangguk setuju dan ikut bersorak. Suasana
aula yang semula sudah gaduh menjadi tambah “rusuh” oleh siulan dan teriakan.
Mendengar kata-kata
Suga, hatiku tersentuh. Sekaligus meringis mengaduh.
Ada yang ikut
meringis mendengar kesalahan pernyataan Suga? Mimpi Suga memang mulia, tapi tak
tepat sasaran. Yang Suga deskripsikan sejatinya merupakan tugas Badan Pemeriksa
Keuangan (BPK). Akan lebih tepat jika Suga bercita-cita menjadi anggota BPK.
Kejadian diatas bukanlah rekayasa. Dan aku yakin semua
orang pasti memimpikan Indonesia menjadi negara dengan keuangan yang transparan
dan akuntabel. Namun ironisnya, seperti Suga, masih banyak yang tak tepat
sasaran dalam mewujudkan impian tersebut. Mereka belum mengenal dan memahami
dengan baik apa itu BPK.
Mengenali BPK merupakan
hal yang krusial. Pasalnya, BPK merupakan lembaga negara yang eksistensinya
begitu fundamental. BPK kawal harta negara. Perannya begitu besar dalam
mendorong akuntabilitas keuangan Indonesia. Sayang sekali jika entitasnya kurang
diapresiasi.
Dalam 70 tahun perjalanannya, BPK memang tidak
selalu digdaya. Dahulu, BPK tidak seindependen dan semandiri sekarang. Sepak
terjangnya berada dibawah kontrol pihak berkuasa. Beruntung, konstitusi hasil amandemen
mengubah BPK ke arah yang lebih baik.
Kini, BPK memiliki kuasa penuh untuk melakukan
audit. Bisa dipastikan, pemeriksaan BPK saat ini merupakan katalis menuju
keuangan Indonesia yang transparan dan akuntabel. Hal ini terbukti dengan
prestasi yang telah ditorehkan oleh BPK.
Coba perhatikan betapa panjangnya daftar prestasi yang telah diraih oleh BPK. Panjangnya ngalahin panjang tongkat sakti Son Oh Gong di drama Korea Hwayugi. By the way, siapa nih yang kalau weekend bela-belain streaming pake bahasa kalbu karena subtitle Hwayugi belum rilis? Ayo angkat tangan jangan malu J
Hehe. Sekarang tangannya udah boleh diturunin. Kita balik ke topik.
Well, secara de jure BPK memang berada di garda depan penjagaan harta negara. Prestasi panjangnya telah menjadi bukti valid yang tak terbantahkan, bahwa andil BPK begitu besar dalam menjadikan mimpi keuangan Indonesia yang transparan dan akuntabel sebuah realita.
Yang perlu diingat, bukan berarti tanggung jawab sepenuhnya terletak di pundak BPK. Kita
pribadi juga punya andil. Kita memiliki peran masing-masing dalam penjagaan harta
negara. Karena sejatinya mimpi besar ini bukan milik satu atau dua orang saja. Ini
bukan mimpi milik BPK saja. Ini bukan mimpi milik Suga seorang. Mimpi ini
merupakan impian murid-murid di satu sekolah tempat Suga belajar. Ini juga
merupakan mimpi aku. Ini juga pasti adalah mimpi kamu. Ini mimpi kita. Ini
mimpi anak bangsa. Maka mewujudkannya butuh usaha keras dari semua lapisan
masyarakat. Mewujudkan impian ini merupakan tanggung jawab sosial bangsa
Indonesia, tanpa terkecuali.
Ada
yang mau protes dan bilang kalau kalimat terakhir tadi terlalu sulit serta membebani?
Ini
enggak sesulit yang kamu kira, kok. Serius.
I proudly present
4K.
Nope, 4K bukan berarti 4 ribu seperti 4K yang
tertulis di jumlah followers instagram
yang kamu beli kemarin yaa J 4K merupakan 4 langkah
mudah menggapai impian kita akan keuangan Indonesia yang transparan dan
akuntabel.
BPK merupakan kawan dalam meraih impian kita.
Maka dari itu, kita harus mengenali dan memahami dengan baik apa itu BPK.
Generasi zaman now cukup mengetikkan
BPK dalam mesin pencari, dan voila Google akan memunculkan informasi yang dibutuhkan. Jika dirasa informasi dalam bentuk
teks tidak menarik, kita bisa subscribe channel resmi BPK di Youtube untuk mendapatkan informasi dalam bentuk video. Kita juga
bisa follow akun resmi BPK di Twitter
dan Instagram untuk mendapatkan berita paling update dalam bentuk teks pendek dan infografis yang lebih menarik.
Kita bisa berperan aktif membantu BPK dengan
berkontribusi melaporkan sesuatu, loh!
Mengawal BPK berarti membantu menyebarkan infomasi kepada masyarakat luas. Contoh sederhananya, kita share berita resmi yang dirilis BPK atau tag teman kita pada postingan BPK. Reposting BPK’s IG photo is also an option.
Mengawal BPK juga bisa berarti kita beri apresiasi dan dukungan moral pada BPK. Misalnya jika kita lihat seseorang menyebarkan hoax yang menjatuhkan citra BPK, selayaknya kita cross check fakta terlebih dahulu kemudian kita luruskan hoax tersebut. Hal ini sangat membantu BPK dalam menjaga image positif di mata masyarakat. Dengan demikian, masyarakat tidak akan acuh atau bahkan antipati terhadap BPK.
Walau terlihat sepele,
pengawalan terhadap BPK punya efek domino yang dampaknya tidak bisa dipandang
sebelah mata loh!
Hal paling terakhir ini juga tak kalah penting.
Jangan sampai ketika kita terjun ke dunia
politik atau kita punya power, kita gelap
mata dan mengambil uang negara yang bukan menjadi hak kita. Jangan sampai
ketika kita dewasa dan menua, kita lupa akan impian kita dan mengacuhkan
tanggung jawab sosial yang kita ampu.
Jangan cuma sekarang aja kita koar-koar idealisnya.
Sampai kapanpun kita harus tetap idealis!
Ingatlah mimpi kita ini. Keep your passion. Keep your
honesty. Because honesty is the best
policy.
Pada praktiknya, mewujudkan mimpi Indonesia menjadi
negara dengan keuangan yang transparan dan akuntabel memang gampang-gampang
sulit sih. Sulit karena perlu spirit besar yang tidak boleh
setengah-setengah. Gimana enggak! Melakukan pelaporan ke situs BPK perlu cari
data terlebih dahulu dengan susah payah. Menjaga kejujuran saat berada di
tampuk kekuasaan juga butuh tekad yang tak boleh goyah. Memang, perjalanan
mewujudkan mimpi dan cita-cita tidak melulu berisi bunga dan pelangi. Ada juga
duri. Tapi bukan berarti tak bisa dihadapi. Kembali lagi, kita perlu punya spirit yang tak boleh mati.
Ayo
kita melangkah bersama BPK dalam mengawal harta negara. Every step matters. Karena setiap langkah yang kita ambil berarti
selangkah lebih maju mewujudkan mimpi kita akan keuangan Indonesia yang
transparan dan akuntabel. Camkan 4K di hati kita, eksekusi 4K di perbuatan
kita. Dengan begitu, kita telah beri
kaki pada mimpi agar turun ke bumi dan terjadi.
Demi Indonesia dan mimpi
anak bangsa!
Referensi :
2. IHPS 2016
3. IHPS 2017
Avatar dan template infografis dari freepik dan
shutterstock.
Special thanks untuk Suga (foto merupakan
dokumen pribadi) dan Gramedia untuk novel Dilan.




















Komentar
Posting Komentar