Dari Kota Deltamas Menuju Indonesia yang Lebih Livable dan Lovable


             Abad ke-21 merupakan era bagi urbanisasi global. Kita berada di masa ketika lebih dari 50% populasi dunia meninggalkan kampung halaman dan lebih memilih tinggal di kota. Angka ini belum final. Lapangan pekerjaan yang lebih banyak, tawaran hiburan yang lebih beragam, dan seabrek kemudahan lainnya akan membuat jumlah kaum urban terus merangsek naik. Diperkirakan pada tahun 2050, angka ini akan mencapai 70% dari total populasi global. Dan dilihat dari trend yang sudah sudah, sepertinya kota tetap akan menjadi primadona bagi anak cucu adam untuk tinggal dan mengundi nasib sampai beberapa abad kedepan.

           Walau secara umum kota besar punya daya pikat yang juga besar, tidak serta merta menjadikan kota tersebut layak untuk ditinggali (livable) atau bahkan untuk dicintai (lovable). Ambil contoh Kuala Lumpur di Malaysia. Walaupun besar Gross Domestic Product (GDP) per kapita di Malaysia sebanding dengan 91% dari rata-rata dunia, nyatanya ranking Kuala Lumpur tercecer di Sustainable Cities Index. Index yang dikompilasi oleh Arcadis and the Centre for Economics and Business Research ini mengurutkan beberapa kota di dunia berdasar tiga dimensi utama; sosial manusia (people), lingkungan (planet) and ekonomi (profit). Maka ranking yang buruk dalam index ini hanya punya satu arti; kota tersebut sejatinya kurang livable karena sustainability yang kurang baik.


         Eits, jangan berkecil hati dulu! Kalau kita cek, Jakarta memang punya performa yang agak tertatih di Sustainable Cities Index. Tapi bukan berarti semua kota di Indonesia itu buruk. Seyogyanya, Indonesia masih punya kota harapan. Indonesia masih punya Kota Deltamas.



           Tak kenal maka tak sayang. Sebelum bicara lebih jauh, terlebih dahulu yuk kita baca informasi umum tentang Kota Deltamas berikut ini!




          Menurut para ahli The Philips Center for Health and Well-being, kota yang livable harus memenuhi tiga kriteria krusial. Salah satunya adalah konsep keberlanjutan (sustainability). Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kota dengan pembangunan yang berkelanjutan memiliki tiga dimensi utama yang harus dijaga keharmonisannya. Profitpeople, dan planet. 

        Kriteria sustainability merupakan variabel terukur, artinya kita dapat menilai seberapa tinggi atau rendah tingkat sustainability suatu kota. Salah satunya dengan Sustainable Cities Index charts yang dikembangkan oleh The Arcadis. Pada laman yang bisa diakses oleh publik disini, Jakarta menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang dinilai oleh tim research The Arcadis. Mari kita jujur, nilai Jakarta yang tidak gemilang bukanlah suatu hal yang mengejutkan. Jakarta sebagai ibu kota Negara Indonesia memang punya banyak PR yang harus dibenahi. Lain halnya dengan kawasan terpadu Kota Deltamas. Dengan mengusung konsep kota mandiri terintegrasi antara hunian, komersial, dan industri bertaraf internasional, Kota Deltamas terbukti menjadi kota ideal untuk dihuni. Kota Deltamas memiliki keseimbangan yang baik antara tiga dimensi dari sustainable city.

            Mari kita kupas hal tersebut satu persatu.







Untuk poin ini, Sustainable Cities Index menilai kondisi kesehatan, pendidikan, pendapatan, work-life balance, angka kriminalitas, dan kondisi perumahan suatu kota. Dan semua hal tersebut terpenuhi dengan baik oleh Kota Deltamas.




Bumi yang kita tinggali sudah berumur lebih dari 4,5 milyar tahun. Bumi yang semakin tua menuntut perhatian manusia, agar bisa berusia lebih panjang lagi dan memberikan kehidupan dan penghidupan bagi lebih banyak generasi. Maka, manusia harus segera bergandengan tangan dan bahu membahu untuk menjaga bumi.

KLIK UNTUK MEMPERBESAR



Mencintai seseorang adalah sesuatu yang gampang-gampang susah. Beda pribadi, beda preferensi. Tapi apapun pilihannya, rasa nyaman adalah sesuatu yang mutlak ada dalam chemistry antara dua orang sebelum akhirnya rasa cinta itu hadir.

            Tak hanya berlaku bagi manusia, proses mencintai yang sama juga berlaku untuk sebuah kota. Ada orang yang jatuh cinta dengan kota yang selalu ramai bahkan saat malam, ada orang yang jatuh cinta dengan kota yang romantis, dan ada pula orang yang jatuh cinta dengan kota yang punya banyak restoran enak. Beda orang, beda preferensi kota. Namun sekali lagi, sebelum mencintai suatu kota setiap orang pasti harus merasa nyaman dengan kota tersebut. Rasa nyaman ini bisa hadir salah satunya karena suatu tempat layak untuk dihampiri dan dihuni, dalam kata lain kota tersebut livable.

Dari penjabaran sebelumnya, kita bisa sepakat bahwa Kota Deltamas sudah memenuhi semua konsep kota yang livable dengan baik, sehingga bisa dipastikan Kota Deltamas adalah kota yang nyaman. Jika sudah nyaman, rasa cinta pasti akan datang. Bisa karena hunian nyaman aman tapi murah di Kota Deltamas, bisa karena kulinernya yang beragam, bisa karena kampus ITSB yang keren, atau sesepele karena lokasinya yang gampang dijangkau. Apapun itu, semua pasti sepakat bahwa lovable adalah identitas Kota Deltamas. Terbukti, PT Puradelta Lestari Tbk, PT Pembangunan Deltamas, serta kawasan terpadu Kota Deltamas mendapatkan sertifikasi sistem manajemen terintegrasi yang terdiri dari sertifikasi ISO 9001:2015 mengenai sistem manajemen mutu, ISO 14001:2015 mengenai sistem manajemen lingkungan, dan OHSAS 18001:2007 mengenai sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja. Implementasi dari sistem manajemen terintegrasi ini akan sangat membantu perseroan menjalankan usahanya secara berkelanjutan salah satunya dalam hal kepuasan pelanggan, yang darinya akan tercermin betapa lovable-nya Kota Deltamas.




Harapan saya ke depannya, Sinar Mas dapat mengembangkan sayap ke daerah lain di seluruh Indonesia. Sehingga akan ada Kota Deltamas 2.0, Kota Deltamas 2.0 plus, serta Kota Deltamas X yang akan mampu mewujudkan seluruh kota di Indonesia menjadi lebih livable dan lovable.

Dan demi kehidupan yang lebih baik, mari kita #2019pindahkeKotaDeltamas atau boleh juga #2019belirukousahadiKotaDeltamas.




Referensi :
http://kota-deltamas.com/
http://www.un.org/en/development/desa/news/population/world-urbanization-prospects-2014.html
https://www.arcadis.com/en/global/our-perspectives/sustainable-cities-mobility-index-2017/comparing-cities/?tf=tab-overall&sf=all&r=all&c=all
https://urbanist.typepad.com/files/insight-series---livable-cities---final-ref.pdf
https://economy.okezone.com/read/2018/07/31/278/1929780/deltamas-catatkan-pendapatan-rp247-miliar
http://www.neraca.co.id/article/106169/deltamas-catatkan-penjualan-lahan-217-hektar-pemimpin-penjualan-kawasan-industri
https://economy.okezone.com/read/2018/09/26/470/1955812/permintaan-lahan-di-kawasan-industri-giic-hingga-100-hektare
https://swa.co.id/property/ini-jawara-jawara-green-properti-award-2018
https://otomotif.kompas.com/read/2018/02/08/092200715/pabrik-mitsubishi-xpander-sudah-ramah-lingkungan
http://www.tribunnews.com/lifestyle/2017/10/26/sinar-mas-land-gerakan-penghijauan-dan-pelestarian-lingkungan-di-kota-deltamas
https://jakartakita.com/2018/04/17/kota-deltamas-raih-sertifikasi-sistem-manajemen-terintegrasi/


Special Thanks :
Image credit Dribbble.com
Template infografis dan gambar dari freepik.com

Komentar

Postingan Populer