Demi Buku, Cinta, dan Pesta!



            Turun Berat Badan
            Nabung
            Lulus Kuliah
            Dapet Kerja
            Nikah
            Luangin Lebih Banyak Waktu bareng Keluarga
            Jalan-jalan ke Luar Negeri

            Coba ya kutebak, resolusi 2019 kamu pasti ada diatas. Bisa satu. Bisa dua. Atau jangan-jangan pas baca semua kalimat diatas, rasanya seperti dejavu baca wishlist yang udah kamu tulis di planner 2019 milikmu?
           


            Rasa rasanya membuat resolusi adalah hal yang tak bisa dipisahkan dari kata tahun baru. Hampir semua orang di dunia membuat serentetan keinginan yang ingin diraihnya di tahun yang baru. New year new me seakan menjadi driving force alias pemantik semangat bagi seseorang untuk menjadi lebih baik di tahun yang baru. Namun sayang, force hasil resolusi ini tidak bertahan begitu lama.
           
            Menurut riset yang dilakukan oleh University of Scranton, sekitar 200 juta orang Amerika membuat resolusi tahun baru di setiap penghujung tahun. Namun, rata-rata orang ini hanya bertahan selama sekitar satu bulan sebelum akhirnya #ResolutionFail menjadi trending topic di media sosial. Dan di penghujung tahun yang baru tersebut, hanya ada 8% orang yang benar-benar berhasil mewujudkan resolusinya. Sementara 92% orang sisanya akan copy-paste resolusi yang ditulis di tahun sebelumnya untuk kembali menjadi resolusi di tahun depannya.
           
            Hm. Aku rasa hal yang sama juga terjadi padamu kan? Karena aku pun demikian. Setidaknya, sampai 2018 silam. Tahun ini, aku tak membuat resolusi 2019.

Sebagai gantinya aku mengikuti saran Chris Berdik, jurnalis terkenal serta penulis buku best-seller Mind Over Mind, dengan memilih word of the year serta membuat detail rinci mengenai definisiku tentang word of the year yang telah kupilih tersebut lengkap dengan proses yang mesti kujalani dan halangan yang harus kuhadang. Apa yang kulakukan ini berbeda jauh dengan resolusi kebanyakan orang dimana resolusi biasanya hanya berupa garis besar mimpi yang tentunya rentan gagal.

Tahun 2019 ini, aku memilih 10 kata. Empat diantaranya adalah Buku, Cinta, Pesta, dan Singapura.



            Aku merupakan penggemar avid buku. Buatku, buku bisa beragam wujudnya dan semuanya menarik untuk dibaca. Aku suka novel. Aku suka ensiklopedia. Aku suka komik alias manga. Walau sekarang buku-buku tersebut tersedia dalam bentuk digital, entah mengapa buatku koleksi buku fisik tuh tetap wajib dilakukan.

Di tahun 2019 ini, aku mau mengoleksi buku lebih lengkap dan membaca lebih banyak biar punya wawasan yang lebih luas. Buku adalah jendela dunia. Dengan banyak membaca, aku berharap aku bisa menjadi pribadi yang lebih bijak dalam bersikap dan bertingkah laku. Nah untuk mewujudkan semua itu, tahun ini aku perlu main ke Singapur.

            Why cari bukunya sampai ke negeri orang? Pertama, beberapa novel dan ensiklopedia yang ingin ku koleksi tidak ditranslasi ke Bahasa Indonesia. Sehingga aku takkan menemukan buku tersebut di toko buku manapun di Indonesia. Kedua, manga yang ingin kubeli tidak akan lulus sensor sehingga harapan untuk mendapatkan versi Indonesia pupuslah sudah. Sementara karena parameter dan standar yang digunakan berbeda dengan Indonesia, maka manga yang sama lulus sensor di Singapura. R15 doang pula! Fyi, R15 artinya manga tersebut bisa dibaca oleh umur 15 tahun keatas.
           
            Kapan aku akan kesana? Rencananya sih dua kali. Pertama sekitar bulan Juni atau Juli karena itu waktunya Great Singapore Sale. Yang kedua pada bulan September karena akan ada Singapore Toy, Game and Comic Convention (STGCC).




Walaupun ini akan jadi kali pertama aku pergi ke luar negeri tanpa guide, aku gak khawatir karena ada Reddoorz. Berdasar hasil pencarianku, aku akan menginap di Reddoorz Hostel Clarke Quay yang berjarak hanya 2,5 km dari lokasi perhelatan STGCC digelar yakni di Sands Expo & Convention Centre, Marina Bay Sands. Dengan banderol harga tak sampai setengah juta, aku sudah mendapatkan penginapan strategis, aman, bersih, serta dilengkapi free wi-fi yang buatku sangat berguna untuk mengecek rundown SGTCC yang biasanya baru dirilis H-3 acara.






Sedangkan untuk Great Singapore Sale nanti aku berencana menginap di hostel Reddoorz yang sama. Pertama karena aku butuh survey lokasi dan adaptasi terlebih dahulu sebelum STGCC. Kedua karena jarak penginapan hanya terpaut 200 meter dari Clarke Quay MRT Station (NE5). Dengan naik MRT, aku berencana hunting ke Kinokuniya terbesar se-Asia Tenggara. Oh iya, dari postingan di blog Reddoorz ini aku belajar bahwa naik MRT akan menghemat biaya akomodasi selama di Singapura. Selisihnya bisa aku alokasikan buat beli buku lebih banyak deh!





            Cinta bisa punya banyak wajah. Bagi sebagian orang, cinta adalah rasa kasih sayang dengan pasangan. Bagi sebagian yang lain, cinta merupakan chemistry tulus yang dimiliki antar anggota keluarga. Bagi milleniall, cinta berarti loyalitas dengan squad maupun inner circle. Sementara bagiku, true love is loving yourself. Cinta kudefinisikan sebagai proses penerimaan akan kondisi diri lengkap dengan segala kekurangan dan kelebihan yang dimiliki.

Di tahun 2019 ini, aku berharap aku bisa lebih mencintai diriku sendiri. Aku juga ingin menerima diriku for who i truly am. Contoh sederhananya sih menerima kondisi kulit wajahku. Walau sudah cinta dengan bentuk wajahku dan memutuskan tak mau botox atau filler hidung, bukan berarti aku pasrah menerima kondisi kulit yang acne-prone dan sensitif ini. Aku berusaha sebisa mungkin memperbaiki kondisi kulit agar menjadi lebih sehat dan bersinar dari dalam. Nah untuk mencapai kondisi kulit ideal seperti yang kuinginkan, tahun ini aku akan membeli skincare dan make up terbaik ke Singapur. Lebih tepatnya, aku ingin menjajal Sephora Juring East mall yang koleksinya terlengkap se-Asia Tenggara pada bulan November mendatang alias pas Black Friday Sale. Lumayan banget belanja pas event itu bisa hemat up to 50%!


         Rencananya aku akan pergi berdua dengan temanku. Jadi, kami sudah bagi tugas untuk booking hotel dan pesawat serta mengurusi tetek bengek lainnya sejak awal tahun 2019. Namun, kami belum mencapai kesepakatan hendak menginap dimana nanti. Kalau aku maunya di Reddoorz Plus Victoria Hotel karena lokasinya terdekat dengan Sephora Juring East mall.





Kalau temanku maunya menginap di Reddoorz Hostel Little India soalnya harganya lebih murah dibanding Reddoorz pilihanku. Bentuk kamarnya juga unik. Dia jadi penasaran dan pengen banget nyobain kesitu.




Tapi dimanapun lokasi penginapan kami nanti, kami tetap akan menginap di Reddoorz. Soalnya kami yakin Reddoorz pasti menyediakan linen bersih dan kamar mandi bersih lengkap dengan perlengkapan mandinya. Pokoknya kami percaya kalau menginap di Reddoorz gak bakal bikin nyesel deh!



            Buat pekerja yang jarang tenggo dan sabtu masih masuk setengah hari sepertiku, gejala kurang piknik rentan mendera. Rutinitas yang kurang menantang atau tekanan yang muncul bertubi-tubi bisa menjadi sebab kebosanan maupun depresi ringan yang merupakan salah satu gejala kurang piknik. Bukan tidak mungkin, kebosanan ini akan berujung pada produktifitas dan performa kerja yang menurun.

            Untuk menghindari semua itu, aku perlu menghabiskan 12 hari jatah cutiku dengan bijak. Selain untuk jalan-jalan dengan keluarga, mengejar obralan buku dan skincare, aku juga perlu berpesta. Pokoknya tahun 2019 ini aku mau less-stress dan lebih bahagia!

Eits, jangan salah paham dulu warganet! Pesta yang kumaksud bukanlah dugem. Pesta disini kupersempit maknanya menjadi dua. Pertama mendatangi konser musik dan yang kedua rekreasi ke taman ria alias Universal Studio Singapore (USS). Dan seperti selayaknya pesta yang makin ramai makin asik, aku pun berencana mengajak tiga rekan kerjaku untuk ikut ambil cuti menonton konser BTS dan main ke USS pada Juni mendatang.





            Demi ketemu my ‘sarang’ Suga dan Bumblebee, aku tahu aku akan mengeluarkan biaya yang tak sedikit. Soalnya aku harus beli tiket konser VIP, lightstick versi terbaru, merch konser, ditambah lagi tiket masuk USS sekaligus merch yang ada Bumblebee nya. Daripada sisa tahun 2019 dihabiskan dengan makan nasi kecap, mau tak mau aku harus memotong anggaran akomodasi selama di Singapur nanti. Gak bisa terlalu hedon. Dengan pertimbangan ini, pilihanku bulat untuk menginap di Reddoorz Hostel Kallang MRT. Disana harga per kamarnya murah banget. Dikasih 3 lembar uang bergambar Pak Karno dan Pak Hatta aja masih ada kembalinya bro! Harga segitu udah include layanan TV sama air mineral gratis di kamar pula. Udah gitu, aku bisa lebih hemat lagi karena ke National Stadium dapat ditempuh 10 menit jalan kaki. Alhamdulillah. Nikmat Tuhan-mu yang mana lagi yang kamu dustakan?










            Walau yang kubuat di 2019 ini bukanlah resolusi, kemungkinan gagal tetaplah ada. Karena sejatinya manusia berencana sedangkan Tuhan yang menentukan. Yah, mungkin aja nanti aku kehabisan tiket sehingga gak bisa masuk ke event STGCC. Mungkin aja nanti skincare “gajah mabuk” nya habis di seluruh Sephora. Atau mungkin aja BTS rupanya gak jadi konser di Singapur. Entahlah.

            Tapi aku gak khawatir. Karena hidup gak melulu soal hasil akhir. It’s also about journey. Perjalananku ke Singapur nanti pasti akan menambah pengalaman hidup, membuka wawasan dan khazanah serta memperkaya hati dan jiwa. Sesekali main keluar dari zona nyaman gak akan pernah sia-sia. Yang ada justru semakin mendewasakan.

            Pokoknya sebelum aku benar-benar gagal, aku gak akan menyerah. Dengan dukungan penuh dari restu ibu dan akomodasi nyaman-harga murah-proses cepat nya Reddoorz, aku tetap akan berusaha mewujudkan wishlist 2019 ku. Doakan aku berhasil ya duhai teman-teman online ku!




Referensi Tulisan
http://bts.ibighit.com/btsworldtour/
https://blog.reddoorz.com/2018/02/02/tips-liburan-hemat-ke-singapura/
https://blog.reddoorz.com/2018/05/03/reddoorz-plus-victoria-street-penginapan-murah-dekat-pusat-perbelanjaan/
https://bookcouncil.sg/resources/fairs/category/asia
https://dailyvanity.sg/beauty-tips/sephora-shopping-tips-and-hacks/
https://www.onegoodthingbyjillee.com/11-reasons-why-we-should-travel/
https://www.statisticbrain.com/new-years-resolution-statistics/
https://www.straitstimes.com/lifestyle/fashion/sephora-launches-biggest-heartland-store-in-westgate
https://www.visitsingapore.com/id_id/festivals-events-singapore/annual-highlights/great-singapore-sale/

Referensi Gambar
dribbble.com
freepik.com
https://kinokuniya.com.sg/
https://scifistorm.org/
https://www.pinterest.com/
https://www.singaporetgcc.com/
https://www.singaporetravelhub.com/
reddoorz.com
sephora.sg
www.beautycrew.com.au

Komentar

Postingan Populer